Tak Mampu Berkata Baik, Diam Lebih Baik







Almarhum Papa adalah salah satu lelaki terbaik dalam hidup saya, banyak kata yang menggambarkan tentang beliau, jujur saat terkenang beliau ada rasa kerinduan yang begitu dalam yang sulit dirangkai dengan kata-kata. Banyak hal-hal positif yang patut dicontoh dari beliau, salah satunya adalah tentang kesederhanaannya dan sikapnya yang low profile.

Salah satu nasehat yang selalu beliau tanamkan kepada saya dan saudara saya sejak kami masih kecil adalah ' Jangan terlalu banyak bicara untuk hal-hal yang tidak perlu, bicaralah yang baik-baik saja, jangan membuat orang lain tersinggung atau bereaksi negatif karena perkataan kita, dan kalau tak mampu berkata baik maka lebih baik diam'.

Nasehat ini jelas menggambarkan tentang karakter Papa Kami, beliau adalah tipe orang yang tidak banyak bicara, tapi meskipun begitu beliau tetap mempunyai banyak teman dan pandai bergaul. Bagi setiap orang yang mengenalnya secara dekat sudah sangat memahami, jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain Papa akan ketawa atau senyum saja, beliau tidak akan ikut-ikutan membicarakan keburukkan orang lain.

Bagi saya, nasehat yang pernah Papa kami tanamkan sangat membekas dihati, apalagi melihat situasi dan perkembangan saat ini. dimana tehnologi sudah sangat maju pesat, segala hal bisa diketahui dengan cepat, orang-orang sudah sangat bebas untuk berpendapat , dan sebagai seorang ibu, saya merasa punya kewajiban untuk menanamkan hal yang sama kepada anak-anak saya seperti apa yang sudah diajarkan oleh kakek mereka dulu.

Media sosial adalah salah satu alat dimana orang bebas untuk berpendapat terhadap isu yang sedang terjadi.
rasa-rasanya anak-anak harus selalu diingatkan untuk selalu menjaga perkataan, menjaga jari sehingga tidak menuliskan komentar-komentar negatif tentang orang lain dimedia sosial, sudah banyak contoh kasus akibat tidak bisa menjaga kata-kata akhirnya menimbulkan masalah bagi diri sendiri.

Diam bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa, paling tidak kita sudah mengontrol diri sendiri agar kata-kata, komentar dan tulisan-tulisan kita dimedia sosial tidak menjadi bumerang. Mengingat, sebagai manusia biasa yang punya keterbatasan, keterbatasan ilmu, keterbatasan akal pikiran maka lebih baik kita menyadari diri saja apalagi terhadap sesuatu yang tidak kita pahami, tidak kita tahu persis, dan tidak kita mengerti dengan benar hanya sekedar ikut-ikutan arus saja.

Maka saya sangat sepaham dengan nasehat Papa Kami, "Jika Tak Mampu Berkata Baik, Lebih Baik Diam".


__________________ :) :) :)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sensasi Cita Rasa Ikan Salai

Hanya Tentang Waktu