Keramat


Entah sudah berapa banyak air susu yang dia berikan
Entah sudah berapa banyak keringatnya yang tercurah
Entah sudah berapa banyak air mata yang tak terbendung
Cinta dan kasih sayang nya tak berbatas
 
Dia ikhlaskan permata hatinya bersanding denganmu
Berharap agar selalu bahagia bersamamu
Tapi...
Ada apa denganmu ?
 
Kata-katamu tajam setajam sembilu
Ucapmu menyengat berapi-api
Seolah tak ada celah kebaikan dalam diri nya
Benarkah begitu ?
 
Cobalah kau ambil cermin itu
Lihatlah dirimu, tatap matamu
Tanya nuranimu
Adakah hatimu berkerak dan berdebu ?
 
Kau  memang tak lahir dari rahimnya
Tapi dia sama derajatnya dengan ibumu
Sudah dia berikan segalanya
segalanya...apakah kau lupa itu?
 
Dia memang bukan manusia sempurna
Sama seperti dirimu
Tapi
Sudah jelas fitrah yang tertulis
selamanya 'dia' adalah milik 'nya'
Tak ada sebutan bekas untuk 'dia'
Dia adalah 'keramat' untuknya
 
Putihkan nuranimu
Bersihkan kerak dan debu
terima dia dengan segenap jiwamu
dengan segala kelebihan dan kurangannya
sebelum datang karma mu
Sebelum terlambat bagi mu
Sebelum datang masa
Kau pun di perlakukan sama
Saat hari tua mu kelak.
 
*****
 
 
 
 
 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sensasi Cita Rasa Ikan Salai

Tak Mampu Berkata Baik, Diam Lebih Baik

Hanya Tentang Waktu