Menuju Perguruan Tinggi Negeri

Saat ini UN anak-anak SMU sudah berlalu, sudah boleh berlega hati yaa..tapi eh tunggu dulu...,yang akan melanjutkan kejenjang Universitas saat ini mungkin sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN, bagaimana sudah memilih jurusan yang pas? masih ikutan bimbel juga?, sudah menyusun Planing A, planing B, planing C ? atau sudah merasa tenang dan lega karena sudah diterima lewat jalur SNMPTN atau jalur undangan ?, oke lah mudah-mudahan langkah anak-anak sekalian selalu dilancarkan.

Saya sebenarnya agak sungkan untuk membahas topik ini, tapi karena ada saja teman yang bertanya pada saya, gimana sih tipsnya hingga ketiga anak saya bisa lolos di Universitas Negeri ?, saya merasa malas dengan bahasan ini, bukan apa-apa karena saya menganggap bukanlah sesuatu yang luar biasa sekali, masih banyak anak-anak lain yang prestasinya lebih luar biasa dan saya takutnya menimbulkan kesan terlalu berlebihan, lagi pula tak ada trik khusus. tapi setelah dipikir lagi tak mengapalah untuk sekedar berbagi pengalaman dan siapa tahu bisa memberikan manfaat untuk yang lain untuk lebih termotivasi, toh ini adalah pengalaman anak sendiri dan kita sebagai orang tua secara tidak langsung terlibat didalamnya.

Masa depan tidak tergantung dari mana kita "LULUS', semua karena usaha dan kerja keras, itu saya setuju sekali., tetapi sebagai manusia yang sudah diberi akal dan pikiran kita wajib berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Demikian juga dengan pendidikan anak-anak kita, kita pribadi kepinginnya sejak dini anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik ditempat yang tepat pula.

Dalam hal ini saya dan suami, sama seperti orang tua yang lain berharap selepas SMU anak-anak bisa melanjutkan ke UNIVERSITAS NEGERI, lolos ke PTN menjadi harapan besar...ini bukan tentang gengsi dan kebanggaan, tetapi alasan utamanya adalah soal biaya, maklum kalau kuliah di swasta biaya lumayan mahal, sementara saat itu kondisi ekonomi sedang drop dan beban puncak biaya pendidikan anak sedang tinggi-tingginya. Apapun itu anak-anak harus mendapatkan yang terbaik, pendidikan adalah nomer satu.

Sebenarnya ketiga anak saya prestasi akademiknya biasa-biasa saja, tetapi memang mereka lumayan cerdas. dari ketiganya anak bungsu  lebih menonjol, terbukti dengan prestasi akademiknya setiap semester dan peraih UN peringkat ketiga tertinggi sekota kami kala itu.

Sejak dini kami tanamkan pada anak-anak, bahwa pendidikanlah yang menjadi bekal utama mereka untuk kehidupan selanjutnya, utamakan pelajaran sekolah dari pada kegiatan lainnya. Usaha untuk menuju lolos ke PTN bukanlah datang mendadak setelah UN, tetapi sejak jauh-jauh hari, bahkan sejak mereka baru duduk dikelas satu SMU.

Mungkin ada yang bertanya, koq niat banget sih ? jujur memang iya sih, tapi tidak lebaylah apa lagi sampai menekan anak. Apakah ikut Bimbel sana sini ? Tidak !, anak-anak hanya mengikuti pelajaran tambahan dari guru-gurunya disore hari, itu pun baru dilaksanakan ketika mereka duduk dikelas akhir, selain itu mereka beberapa kali mengikuti try out yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan di kota kami.

Selain sekolah, anak-anak tetap dibebaskan untuk mengikuti kegiatan apa saja yang mereka suka, tak ada peraturan khusus seperti jam sekian harus belajar, berapa jam sehari harus belajar, itu tidak sama sekali. kepada anak-anak selalu diingatkan apa kewajiban mereka sebagai seorang pelajar. Semua berjalan normal sama seperti anak-anak yang lain, Hanya saja begitu masuk kekelas akhir stop semua kegiatan untuk fokus ke UN, namun namanya anak pasti ada yang suka ngeyel dengan tetap nge Band setiap minggu atau lagi getol-getolnya main futsall.

Peran orang tua sangat penting, kita tidak bisa bersikap cuek saja, setiap akhir semester hasil pencapaian akademik selalu di REVIEW, memberikan masukan sana-sini, berdiskusi panjang lebar, mencari tahu apa keinginan mereka, memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki anak, semudah itu kah ?? Tidak !, bahkan beradu argumentasi menjadi hal yang biasa sampai acara nangis-nangis segala hehee, tapi tak ada salahnya untuk sesuatu yang positif, justru harus kita pahami dukungan semangat dan motivasi dari orang tua merupakan sebuah energi luar biasa yang tak terbantahkan, yang terpenting juga orang tua tak boleh egois dengan mengedepankan keinginan sendiri tanpa memahami kondisi anak.seperti saya nih, saya itu kepengen banget anak-anak daftar di kedokteran, tapi apa daya saya harus terima karena anak-anak menolak dengan tegas.

Jalur SNMPTN, merupakan jalur seleksi dengan memakai sistem penilaian pada prestasi akademik tiap semester, lazim disebut Jalur Undangan, sistem ini tanpa melalui tes, tapi dengan melihat hasil pencapaian tiap semester. nilai rapor yang selalu naik sampai batas akhir berpeluang untuk lolos, yang harus diperhatikan jangan salah memilih jurusan, hindarkan memilih jurusan diluar jurusan studymu, perhatikan passing grade dan daya saing dari jurusan yang diambil.

Pengalaman anak ketiga saya,sibungsu mendapat tiket lewat jalur ini, dia lolos untuk pilihan pertama, sejak melakukan pendaftaran memang sudah diarahkan betul melalui diskusi yang panjang bagaimana sebaiknya.

Bagi anak-anak yang belum lolos lewat jalur undangan, jangan patah semangat SBMPTN tertulis sudah didepan mata, tentu saja daya saingnya semakin besar dan tingkat kesulitan menjawab soal lebih rumit dengan kuota yang diterima  lebih kecil.

Anak sulung saya lolos lewat jalur ini, tidak bisa dianggap enteng usaha harus maksimal, bersaing dengan ribuan orang menciptakan stess tersendiri, orang tua juga ikut-ikutan ribet hehehe. tapi dengan usaha yang maksimal kalian pasti juga bisa, saat tes kerjakan soal yang lebih mudah terlebih dulu, kemudian dikoreksi kembali dan usahakan seluruh soal bisa terjawab.

Bagaimana jika jalur SBMPTN juga gagal ?, ini contoh kasus anak kedua saya. tapi tenang...coba ikut mendaftar di POLITEKNIK NEGERI dikotamu atau dimana saja, Politeknik tak kalah bagusnya, tapi tetap saja saingannya banyak dan butuh persiapan maksimal sama seperti jalur lainnya, Jangan ragu untuk mendaftar di POLITEKNIK, karena disini mahasiswa benar-bener dipersiapkan sebagai generasi siap pakai dan peluang untuk langsung bekerja setelah lulus lebih besar.

Anak kedua saya alumni POLITEKNIK NEGERI dikota kami, Alhamdulillah tak lama setelah wisuda dia mendapatken kesempatan untuk langsung bekerja, dan kini sambil bekerja juga melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya.

Gagal juga ketiga jalur itu ?, masih ada Jalur MANDIRI.

Bagi anak-anak yang sekarang masih SMU dan sudah duduk dikelas tiga,juga pasti akan mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke PT, sudah pasti tujuan utama adalah PTN...iya kan?!. hal utama yang harus diperhatikan adalah memilih jurusan yang tepat harus dipikirkan dengan matang, sesuaikan dengan PASSION dan kemampuan kalian, tidak usah mengikuti tren biar terlihat keren, pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat, sesuai dengan jurusan studymu, perhatikan lagi passing grade dan daya saing, karena itu sangat berpotensi untuk membuka peluang buatmu.
misal. Pilihan pertama jurusan favoritmu (mis IT), pilihan kedua jurusan bidang studymu (mis  Tehnologi Pertanian ) Pilihan ketiga jurusan dengan daya saing lebih sedikit (mis. Pend Fisika).

Ini hanya sebagai gambaran yang telah kami terapkan pada anak-anak, anak sulung saya  lewat jalur tertulis dan diterima pada pilihan kedua.. jangan asal-asalan memilih jurusan sehingga membuat kalian menyesal, misalnya kalau kalian mengambil jurusan asal-asalan terus kalian diterima lewat Jalur Undangan dan kalian menyesal lantas tidak mengambilnya, banyak pihak yang dirugikan utamanya sependek pengetahuan saya, beberapa tahun lalu jika siswa yang sudah lulus jalur undangan dan tidak diambil pihak sekolah akan kena sangsi dan tahun depan adik kelasmu tak bisa ambil jurusan yang sama, saat ini saya kurang paham apa masih seperti itu atau tidak.

Sekali lagi, Lulusan dari manapun bukanlah faktor utama keberhasilan, usaha dan kerja keraslah yang menentukan masa depa, kuliah diswasta pun tak mengapa, banyak koq universitas swasta yang berkwalitas, asal orang tua mampu untuk membiayai. Percayalah, tak lolos PTN tak akan membuat duniamu menjadi runtuh.

Kepada anak-anak yang akan menghadapi tes tertulis, persiapkan dirimu semaksimal mungkin, banyak-banyak berdoa, jangan lupa memohon doa restu pada orang tua, Tanamkan dalam dirimu bahwa kalian pasti BISA !!,

*****


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Mampu Berkata Baik, Diam Lebih Baik

Hanya Tentang Waktu

Sensasi Cita Rasa Ikan Salai