Entah sudah berapa banyak air susu yang dia berikan Entah sudah berapa banyak keringatnya yang tercurah Entah sudah berapa banyak air mata yang tak terbendung Cinta dan kasih sayang nya tak berbatas Dia ikhlaskan permata hatinya bersanding denganmu Berharap agar selalu bahagia bersamamu Tapi... Ada apa denganmu ? Kata-katamu tajam setajam sembilu Ucapmu menyengat berapi-api Seolah tak ada celah kebaikan dalam diri nya Benarkah begitu ? Cobalah kau ambil cermin itu Lihatlah dirimu, tatap matamu Tanya nuranimu Adakah hatimu berkerak dan berdebu ? Kau memang tak lahir dari rahimnya Tapi dia sama derajatnya dengan ibumu Sudah dia berikan segalanya segalanya...apakah kau lupa itu? Dia memang bukan manusia sempurna Sama seperti dirimu Tapi Sudah jelas fitrah yang tertulis selamanya 'dia' adalah milik 'nya' Tak ada sebutan bekas untuk 'dia' Dia adalah 'keramat' untuknya Putihkan nuranimu Bersihkan kerak dan debu ...