Mendidik Anak Tak Semudah Teori

Secara tak sengaja saya menemukan sebuah artikel tentang cara dan pola asuh mendidik anak, bagus sih tulisannya saya suka, tapi setelah tahu siapa penulisnya saya menjadi tergelitik dan ketawa sendiri, kenapa? memangnya ada yang lucu ?, hhmm ...tulisannya bagus ,bahkan sangat bagus,  penulisnya rada-rada saya kenal, dilihat dari tanggal post saya tahu saat itu dia belum menikah apalagi punya anak, dari profilnya saya tahu dia seumuran sama anak saya...hehehe, jika saya melihat dalam diri anak saya, diusia baru "segini" dia cukup dewasa tapiii tetap saja dia masih polos banget dan belum mengerti sama sekali tentang pendidikan anak, maklum belum pernah merasakan punya anak karena belum menikah...hehehe.

Salut saya sama si mbak penulis yang bisa menulisankan dengan begitu bagus, runut dan memberikan beberapa tips dan trik yang katanya bisa menjinakkan anak. Tapiii apakah semudah itu ??,

Sebagai seorang Ibu yang punya tiga anak, saya bisa merasakan dengan jelas sungguh betapa sulitnya memberikan didikan yang tepat, sesuai dengan yang kita harapkan sebagai orang tua. Mendidik anak dimulai dari titik nol sejak mereka baru lahir bahkan sejak dalam kandungan.

Punya beberapa anak, berarti kita menghadapi beberapa karakter yang berbeda. anak yang satu dengan yang lain tidaklah sama, walaupun dalam beberapa hal ada yang memiliki beberapa persamaan. Untuk itu kita harus menyiapkan diri kita selaku orang tua pola yang beda-beda dalam menghadapi satu dan yang lain.

Anak, apalagi yang masih kecil adalah peniru ulung. apapun yang dilihat yang dilakukan orang tuanya pasti diikuti, kalau orang tua kebiasaannya bicara santun, sopan mudah-mudahan anaknya begitu juga. tapi kalau sebaliknya, janganlah orang tua menyalahkan anak karena mereka mencontoh.

Kita orang tua jangan bersikap terlalu naif, berharap anak kita dapat menjadi begitu sempurna, itu tidak akan pernah terjadi, teori-teori dan pelajaran yang kita dapat dan pengalaman-pengalaman dari luar hanyalah sebagai referensi tambahan, tidak dapat dijadikan patokan sepenuhnya.intinya pola asuh yang kita terapkan lakukan saja sesuai hati nurani kita, teori-teori yang bagus dari para pakar jadikan sebagai referensi tambahan.

Sepanjang pengalaman saya sebagai seorang ibu, yang baru merasakan punya anak sudah selama 26 tahun . banyak teman dan keluarga yang menilai anak-anak saya lumayan "manis", itu menurut mereka bukan kata saya, jujur saya tidak berani untuk mengklaim apalagi menuliskan bahwa saya telah sukses mendidik anak, karena sebagai orang tua saya merasa masih banyak kekurangan . masih perlu belajar terus menerus, masih banyak hal yang harus ditanamkan pada anak-anak dalam berbagai hal, tak terbatas umur, mengambil contoh positif dari sana-sini, ditambah dengan sedikit teori yang saya dapat dari bacaan sebagai penunjang.

Dan kesimpulan yang saya dapat selama saya menjadi orang tua, bahwa mendidik anak itu tidaklah mudah,ada banyak hal diluar dugaan, tak semudah teori. perlu perjuangan, pengorbanan, contoh yang baik dan doa yang panjang  terus menerus, yakin deh kalau sudah menikah dan punya anak bagaimana nanti ceritanya, apakah persis sama dengan teori-teori ? dan ini hanya bisa dijawab sama orang-orang yang sudah menikah dan punya anak, apalagi kalau anaknya banyak...bisa lebih kompleks permasalahannya, hehheee.

*****


Komentar

  1. toel mba..mungkin si mba itu menulis berdasarkan teori, buka secara eksperimental

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Mampu Berkata Baik, Diam Lebih Baik

Hanya Tentang Waktu

Sensasi Cita Rasa Ikan Salai